Mengenal Bahan Insektisida Alami

Posted on 03 Mei 2008
Filed under

Oleh: Wawan Ridwan

INSEKTISIDA adalah bahan kimia atau non kimia yang digunakan untuk mengendalikan serangga. Keberadaan bahan non-kimia sebagai insektisida ini jenisnya bermacam-macam, seperti: jamur (ceolomomyces), tanaman air, sari bunga, sari tanaman, bakteri, protozoa (nosema), nematoda, dan virus.

Adanya kejelian dari para peneliti dengan memperhatikan suku-suku pedalaman yang mengoleskan tanaman tertentu di kulitnya untuk menghindari gigitan nyamuk, secara tidak langsung telah memberikan inspirasi dan merubah paradigma insektisida yang aman bagi lingkungan. Artinya, dalam bahan-bahan alami yang digunakan tersebut ada bahan-bahan kimia yang berfungsi sebagai insektisida.

Paling tidak, saat ini ada 5 jenis insektisida alami yang telah diteliti yaitu Piretrum, Nikotin, Rotenon, Limonene/d-limonene dan Azadirachtin.

Pertama, Piretrum. Bahan ini berasal dari ekstrak bunga chrysanthemum cinerariraefolium. Pertama kali ditemukan pada abad 19 di jaman perang Napoleon untuk mengendalikan kutu manusia. Cara kerja dari piretrum adalah knock down. Sifat piretrum jaman sekarang ditiru untuk formulasi insektisida jenis aerosol. Piretrum mempunyai 6 bahan aktif yang secara kolektif dikenal dengan piretrin.

Sifat piretrin sebagai insektisida kontak, tetapi nyaris tidak meninggalkan bekas (non-residual) bila permukaan yang diolesi terpapar oleh cahaya. Namun, bila permukaan di tempat gelap, zat ini akan bertahan maksimal 2 minggu. Tapi dikarenakan jumlah ekstrak bunga dari bahan alami ini terbatas, maka peneliti mensintetiskan piretrin dengan senyawa mirip piretrin yang sekarang dikenal dengan piretriod (oid = mirip dan pire = piretrin). Jadi, yang termasuk insektisida golongan piretroid saat ini adalah pensintetisan dari piretrin.

Negara penghasil piretrin di dunia adalah Kenya, Tasmania dan Australia. Di Indonesia sebelum maraknya piretroid digunakan piretrin dari ekstrak pyrethrum marc. Produsen sangat menyukai menggunakan piretrin dikarenakan harganya murah dan biaya produksinya pun rendah. Tapi, zat piretrin ini jumlahnya terbatas, sehingga pemakiaan bahan ini persentasinya kecil sampai sekarang.

Cara kerja piretrin adalah dengan dua tahap yaitu dengan meracuni serangga (knock down) kemudian mengganggu syaraf (blockade) serangga. Serangga biasanya lumpuh (knock down) tetapi dapat normal kembali bila tahap pertama bisa di atasi. Di sini, serangga tidak akan mati, tetapi bila serangga tidak bisa menetralkan tahap pertama maka jaringan syaraf akan terganggu dan akhirnya mati.

Kedua, Nikotin. Bila Anda seorang perokok, mungkin tidak asing lagi dengan nikotin ini. Nikotin adalah ekstrak yang berasal dari tembakau. Nikotin sangat efektif pada serangga-serangga berkulit lunak, seperti aphid dan ulat. Zat ini bahkan dibuat bubuknya (tobacco dust) yang digunakan untuk repelen anjing dan kelinci. Cara kerja dari nikotin adalah dengan membuat serangga menjadi kejang tetapi hanya terjadi di syaraf-syaraf pusatnya saja.

Ketiga, Rotenon. Bahan ini dibuat dari akar dua genus tanaman kacang-kacangan (legume). Yakni berupa Derris elliptica dari Asia Tenggara dan lonchocarpus spp. dari Amerika Selatan. Di Indonesia rotenon dikenal sebagai racun ikan pada tambak udang. Rotenon spesifik hanya membunuh ikan liar pada kolam-kolam atau tambak udang. Sebagai insektisida, rotenon ini merupakan racun kontak dan perut yang akan membuat serangga berhenti makan dan akhirnya mati. Cara kerja dari rotenon ini adalah menghambat enzim pernafasan dan metabolisme serangga.

Keempat, Limonene/d-limonene. Lomonene/d-limonene adalah nama latin dari ekstrak kulit jeruk. Insektisida ini paling efektif untuk mengendalikan hama hewan peliharaan, seperti membunuh tungau, pinjal dan caplak. Cara kerja dari Limonene/d-limonene ini mirip dengan piretrin, yaitu menggangu sistem syaraf namun tidak mengambat enzim.

Kelima, Azadirachtin. Bahan ini merupakan ekstrak dari biji tanaman mimna/neem (azadirachta indica). Zat ini efektif digunakan sebagai insektisida, fungisida, dan bakterisida. Cara kerja dari Azadirachtin adalah mengganggu pergantian kulit dengan menghambat metabolisme atau biosintesis ekdison.

Akhirnya, penulis berkeyakinan selain dari kelima ekstrak-ekstak tanaman di atas, masih banyak ekstrak tanaman yang belum diteliti sebagai insektisida alami. Di sinilah hemat penulis, perlunya peran seorang peneliti untuk selalu mencari hal baru atau mencari alternatif insektisida baru dari tanaman-tanaman yang ada di sekitar kita.***

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.

Comments

LIHAT dan IKUTI CARA BLOGKU DAPAT IKLAN, RUPIAH & DOLLAR :
| CARA MUDAH DAPAT DOLLAR | PROGRAM IKLAN INDONESIA |

BLOG IS MY SALESMAN ARDA DINATA:
| ARDA EKLIPING INDONESIA | Cara Menjadi Kaya | Dunia Kesehatan Spritual | Dunia Pustaka dan Referensi | Dunia Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang | Dunia Kesehatan Lingkungan | ALIFIA E-Clipping and Reviewing | Reuse News Indonesia | ARDA Reseller News | Rahasia Penulis Sukses | Reseller News Indonesia |

MENU ARDA EKLIPING INDONESIA:
| BERANDA KLIPING | KLIP IPTEK | KLIP PSIKOLOGI | KLIP WANITA | KLIP KELUARGA | KLIP ANAK CERDAS | KLIP BELIA & REMAJA | KLIP GURU & PENDIDIKAN | KLIP HIKMAH & RENUNGAN |

MENU HIDUP SEHAT DAN KAYA:
| Dunia Spritual dan Kesehatan | Rahasia Menjadi Kaya | Dunia Reseller | Reuse News | Pustaka Bisnis |

MENU ARDA PENULIS SUKSES:
| Inspirasi Penulis | Rahasia Penulis | Media Penulis | Sosok Penulis | Pustaka Penulis |

MENU AKADEMI PEMBERANTASAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG:
| Dunia P2B2 | Dunia NYAMUK | Dunia LALAT | Dunia TIKUS | Dunia KECOA | Pustaka P2B2 |

MENU AKADEMI KESEHATAN LINGKUNGAN:
| Inspirasi ARDA | Dasar KESLING | P.Sampah | Tinja & Aair Limbah | Binatang Pengganggu | Rumah & Pemukiman Sehat | Pencemaran Lingkungan Fisik | HYPERKES | Hygiene Sanitasi Makanan | Sanitasi Tempat Umum | Air Bersih | Pustaka Kesehatan |

MENU MIQRA INDONESIA:
| Home Inspirasi | Opini | Optimis | Sehat-Healthy | Keluarga-Family Life | Spirit-Enthusiasm | Ibroh-Wisdom | Jurnalistik | Lingkungan-Environment | Business | BooK | PROFIL | Jurnal MIQRAINDO | Reseller News Indonesia |

DAFTAR KORAN-MAJALAH INDONESIA:
| Pikiran Rakyat | KOMPAS | Galamedia | Republika | Koran Sindo | Bisnis Indonesia | Sinar Harapan | Suara Pembaruan | Suara Karya | Suara Merdeka | Solo Pos | Jawa Pos | The Jakarta Post | Koran Tempo | Media Indonesia | Banjarmasin Post | Waspada | Suara Indonesia Baru | Batam Pos | Serambi Indonesia | Sriwijaya Post | Kedaulatan Rakyat | Pontianak POS | Harian Fajar | Harian Bernas | Bangka Post | Harian Surya | Metro Banjar | Pos Kupang | Serambi Indonesia | Kontan | Majalah Gamma | Majalah Gatra | Majalah Angkasa | Majalah Intisari | Majalah Info Komputer | Majalah Bobo | Majalah Ummi | Majalah Sabili | Majalah Parentsguide | Majalah Suara Muhammadiyah | Majalah Amanah | Majalah Tabligh | Majalah Insight |Majalah Annida | Majalah Network Business | Tabloid PC+ | Majalah Komputer Easy | Tabloid NOVA |Loka Litbang P2B2 Ciamis |


MIQRA INDONESIA GROUP
Kantor Pusat
: Jl. Raya Panganadaran Km.3 Pangandaran Ciamis 46396
Telp. (0265) 630058
Copyright © 2006-2007, Miqra Indonesia,
Email : miqra_indo@yahoo.co.id
Homepage : http://www.miqra.blogspot.com/
Design by Arda Dinata,
Wong Tempel Kulon - Kec. Lelea - Kab. Indramayu - Indonesia

Mengenai Saya

Foto Saya
Penulis Lepas dibeberapa media cetak maupun elektronik & PNS di Loka Litbang P2B2 Ciamis Balitbangkes Depkes. R.I. HP. +6281320476048

MAJALAH INSIDE

ARDA PUSTAKA BUKU [P2B2]

AKADEMI P2B2 INDONESIA [KECOA]

AKADEMI P2B2 INDONESIA [TIKUS]